Jalan-Jalan: Curug Gunung Picung

Ini ceritaku tiga hari yang lalu menjelajahi tiga buah air terjun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Curug, Curug Cigamea, Curug Cihurang dan Curug Ngumpet.
Lokasinya berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak atau juga yang terkenal dengan kawasan Gunung Picung. Di tempat ini terkenal juga dengan camping ground nya. Untuk menuju ke tempat ini aku dan temanku menelusuri jalan kearah Leuwiliang Bogor dan terus naik menuju puncak gunung picung.
Curug pertama yang aku datangi Curug Cigamea adalah curug dengan lokasi wisata terluas dibanding curug-curug lainnya, untuk mencapai air terjun ini tangga terjal yang lumayan turun naik perlu dilalui, buat yang jarang olahraga, siap-siap saja kehabisan napas hehe

Curug Cigamea
Curug Cigamea kecil

Hari waktu itu mulai mendung, air di curug Cigamea terlihat hijau lumut, tidak banyak orang disana, karena mungkin bukan hari libur waktu itu. Agak sedikit diluar harapan karena curahan air yang turun di air terjun tidak sederas yang saya bayangkan sebelumnya. Ada dua mata air terjun di Cigamea ini tetapi letaknya agak berjauhan. Hanya di curug Cigamea saja yang memiliki warung-warung dimana pengunjung bisa membeli makanan dan minuman.

Puas foto-foto di depan air terjun Cigamea, kami beralih ke air terjun kecil, Curug Ngumpet. Namanya memang lucu ‘Ngumpet’ dan ternyata memang karena lokasinya yang tersembunyi (ngumpet), bak layaknya tempat bidadari yang turun mandi (hehe..dongeng dikit). Di Curug Ngumpet, kesannya memang agak seram buat saya, karena mataharipun kurang menyinari, seperti dikelilingi tembok batu raksasa, tetapi air disini lebih terlihat bening dan jernih dipandang.

Curug Ngumpet

Ternyata mendung tebal tadi benar menjadi hujan lumayan deras ketika kami meninggalkan curug Ngumpet, tapi semangat untuk hunting foto airterjun tidak berkurang, menuju lokasi selanjutnya, ketika melewati Curug Pangeran tadinya ingin berhenti tapi entah kenapa mobil terus melaju dan memilih untuk mendatangi Curug Cihurang. Ohya totalnya ada lima Curug, tapi berhubung hujan tambah deras jadi rasanya tiga saja sudah butuh perjuangan, maaf curug yang satu lagi aku tidak perhatikan namanya.

Hujan yang deras tidak menghalangi kami berfoto-foto di Curug Cihurang, walaupun harus berbekal payung besar. Penjaga disitu sempat tidak percaya kami benar hanya mau mengambil gambar air terjun di cuaca hujan dingin begitu. Niat bener yah ceritanya 😀
Curug Cihurang memiliki dua mata air yang berdampingan, mungkin karena hujan juga, jadi alirannya sangat deras. Nah ini yang aku cari-cari dari tadi, Curug yang deras airnya yuhuuu  walaupun tidak setinggi air terjun yang lainnya.

Curug Cihurang
Curug Cihurang

Ohya lupa info, karcis masuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak Rp 8000 satu orang dan ke setiap curug berkisar antara 3000-4000 rupiah plus parkir mobil (sebaiknya sediakan uang pas, karena mereka pasti selalu bilang tidak ada kembalian ) Segini saja ceritaku jalan-jalan ke gunung picung semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s